Ada 54 judul puisi dengan sentuhan ilustrasi dari Muhammad Taufiq a.k.a Emte dalam karya Bung Aan ini. Tema puisi di dalamnya pun beragam. Tidak melulu soal cinta, tapi apapun yang terekam dalam pandangan dan ingatan sang penyair. Pada bagian pengantar, Sapardi Djoko Damono menyatakan bahwa Aan adalah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan …
"...Engkaukah itu yang bercanda dengan camar dan laut biru sedang aku di sini dalam rindu..."
Ada sebentuk rasa yang tak terjemah oleh sekadar kata ketika berhasil menyelesaikan satu puisi, ketika berhasil menyelesaikan satu puisi, ketika berhasil menemukan diksi, ketika berhasil menyampaikan isi hati, ketika berhasil menyembunyikan tangis, luka, dan cinta dalam kristal kata-kata. Sebab kata memang pedangku, sebab pena memang tombakku.
Kunjungan D. Zawawi Imron ke Negeri Belanda pada tahun 2002 telah mengilhami untuk menulis sajak-sajak tentang negeri itu. Namun, sajak-sajaknya tidak mengesankan bahwa ia larut dan menjadi Belanda Di sana ia justru menemukan cinta tanah air dengan lebih segar. Melihat patung tokoh-tokoh kolonial yang pernah berkuasa di Indonesia, ia teringat moyangnya yang dikerahkan untuk bekerja rodi dan …
Melajulah pada pagi yang baru terbit Kali ini, tak ada suara peluit Kau pergi diam-diam tanpa pesan tanpa beban Berangkatlah menuju keabadian rel-rel dingin memagari aku mengiringi Baik-baiklah dalam perjalanan panjang akan aku urai doa-doa memenuhi penjuru langit
Aku ingin menjadikan diriku sesederhana rumah kayu berjendela besar, dalam tubuhnya hanya ada kedamaian yang terus berpijar, dalam kesederhanaannya ia kukuh karena hnaya merawat semestanya kian tumbuh. Dunianya kecil tetapi penuh; burung yang berterbangan, barisan pepohonan, aliran sungai, hamparan sawah, langit, matahari, jua air hujan yang saling mencintai apa adanya Sendi-sendi rumah …