Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya…
Kau pasti ingat kita pernah suatu saat membayangkan sebuah dongeng tentang waktu yang ujudnya remah-remah yang bisa kita kunyah, telan, dan muntahkan kapan saja agar tetap ada. Kita menyukai dongeng yang katamu indah itu meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya memahami apa maknanya. Sar, kalau saja kita bisa hidup di luar waktu, tiba-tiba katamu. Bagaimanakah akhir perjalanan Pingkan dan Sarwono?…
Hujan Bulan Juni pertama kali diterbitkan oleh Grasindo tahun 1994 dan telah dicetak ulang beberapa kali.
Buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono ini memuat dua belas sajak. Berbeda dengan kumpulan sajak lainnya, dalam buku ini sajak-sajaknya lebih panjang seperti membaca sebuah cerita pendek yang disampaikan dengan bahasa puitis dan liris. Di samping itu, sajak-sajak ini juga kental dengan perenungan mendalam sehingga tampak menonjol nilai-nilai filosofisnya.
Antologi ini memperlihatkan perjalanan Sastra Nobel selama 10 dasawarsa dari 1901-2000. Di sini pula para pembaca dapat menemukan tulisan dari para penulis belahan dunia yang mendapatkan penghargaan Nobel mulai dari Bjornstjerne Bjornson, George Bernard Shaw, Ernest Hemingway, Naguib Mahfouz hingga Nadine Gordimer.