Di Negeri Para Bedebah, pencuri, perampok, bagai musang berbulu domba. Di depan wajah mereka tersenyum penuh pencitraan. Di belakang penuh tipu-tipu. Di Negeri di Ujung Tanduk, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi. Tapi setidaknya, dalma situasi apapun, petarung sejati tidak akan terus memilih kehormatan hidupnya. Bahkan …
Untuk para perindu cahaya yang lelah dnegan hatinya yang gulita. Untuk para petualang kehidupan, yang tak ingin menyesal hingga meminta sebuah kemustahilan. "Ya Allah, hidupkan aku satu kali lagi."