Inilah novel keenam sekaligus terakhir dari seri karya fiksi ilmiah Supernova yang ditulis oleh Dewi Lestari. Peluncuran novel ini dilakukan bertepatan dengan 15 tahun setelah buku pertama upernova diluncurkan. Pada Supernova: Inteligensi Embun Pagi berbagai tokoh dari kelima novel sebelumnya bertemu untuk sebuah misi.
Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Tragedi demi tragedi yang menimpa keluarganya akhirnya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang tentang cinta, persahabatan, dan pengkhianatan. Supernova: Partikel diterb…
“Berbuatlah sedikit dosa, Jamal,” kata Sato Reang kepada satu kawan sekelasnya. Jamal anak yang saleh, selalu sembahyang lima kali sehari, juga rajin mengaji. “Pahalamu sudah banyak. Bertumpuk-tumpuk. Tak akan habis dikurangi timbangan dosamu.” Ini kisah Sato Reang. Kadang ia demikian intim dengan dirinya, sehingga ini merupakan cerita tentang aku, tapi kali lain ia tercerabut, dan i…
Buku puisi ini adalah perayaan Gol A Gong setelah menikmati kopi di kota-kota di Pulau Sumatra. Mulai dari Nol kilometer di Pulau Weh, lalu di kedai-kedai kopi di Banda Aceh, Bireum, Takengon, Blankejeren, dan Kutacane. Ada aroma lain dari setiap cangkir kopi yang ia hirup:: Aroma ketidakadilan, Suatu rasa lain dari kop nusantara yang kita cintai ini
Jarang ada orang apalagi seorang jutawan yang belajar sendiri mulai dari nol dan mau meluangkan waktu untuk merenungkan apa sebenarnya rahasia keberhasilannya. Setelah mengalami dua operasi yang serius, Kingsley Ward sadar bahwa mungkin ia tidak bisa lagi menunda membagi rahasia keberhasilannya kepada puteranya. Dari sini banyak orang melihat betapa besar manfaat surat-surat ini kepada semua or…
Esai-esai ini menampakkan pendirian-pendirian mendasar Tagore perihal seni, keindahan, kehidupan, keimanan, dan "agama penyair". Tesis utamanya adalah yang tak terbatas bisa menyatu dengan sang diri; pada saat itulah kesatuan menjadi kreatif
Buku ii memiliki nilai istimewa bagi masyarakat sastra Indonesia. Bahan-bahannya dihasilkan dari pergaulan penulisnya dengan masyarakat sastra Indonesia, baik dalam rangka kuliah maupun ceramah. Tekanan pembahasan dalam buku ini selalu dipertautkan dengan konteks kesusastraan Indonesia, termasuk kesusastraan daerahnya. Dengan begitu, Sastra dan Ilmu sastra dapat membantu upaya indigenisasi pemi…