Buku puisi ini adalah perayaan Gol A Gong setelah menikmati kopi di kota-kota di Pulau Sumatra. Mulai dari Nol kilometer di Pulau Weh, lalu di kedai-kedai kopi di Banda Aceh, Bireum, Takengon, Blankejeren, dan Kutacane. Ada aroma lain dari setiap cangkir kopi yang ia hirup:: Aroma ketidakadilan, Suatu rasa lain dari kop nusantara yang kita cintai ini