Jostein Gaarder mencoba mencari jawaban atas pertanyaan terpenting itu, kemudian menuliskannya dalam bentuk surat untuk cucu-cucunya dan seluruh pembaca di dunia. Mulai dari menguak momen keajaiban yang pernah dialaminya ketika kecil, mengamati kepik di rerimbun hutan, memperbandingkan antara ahli ortopedi dan astranaut, hingga Mitrologi Nordik. Dengan lugas dan menyenangkan, Jostein mengajak …
Barbara Victor, seorang jurnalis kawakan, membawa kita menyelisik latar belakang fenomena baru ini, yang didalamnya berkelindan berbagai aspek: politik, kultural, psikologis, sosiologis-segi-segi yang sering tenggelam dalam ingar bingar berita. Kita akan menyimak kisah-kisah getir dan konflik-konflik yang membuat "mawar-mawar" ini memilih untuk menggugurkan kelopak-kelopak mereka sendiri dalam …
Buku ini mengantarkan pesan kebebasan Mernissi. Buku ini menjadi catatan puitis dan menggembirakan tentang masa lalu yang mulai memudar, dilihat melalui mata seorang gadis kecil yang selalu ingin tahu, yang hidup dalam keluarga Muslim terpandang di Fez sebelum kemerdekaan Maroko. Mernissai selalu ingin menjadi seorang pencerita yang fasih, dan kini bernostalgia melalui masa kanak-kanaknya sejak…
Buku ini berkisah tentang perjalanan panjang penulisnya dari masa kecil hingga menemukan jalan tasawuf di Dunia Islam. Benih spiritual di dalam dirinya barangkali telah ditanam, secara tidak sengaja, saat dia berumur 8 tahun, ketika gurunya di SD Connels Point, bagian selatan Sydney, membacakan sajak sufi Abou nen Adhem. dan kisah kehidupan lainnya.
Bayangkan suatu pagi Anda membaca koran digital yang "dicetak" khusus untuk Anda. Dibantu oleh alat telepresence (kehadiran jarak jauh), bentuk digital Anda dapat hadir di beberapa tempat pada saat yang sama, tanpa harus berpindah sejangka pun dari rumah Anda. Banyak pekerjaan Anda akan diambil alih oleh antarmuka (penghubung) digital yang cerdas. Anda hidup di dunia digital. Ini tak terhindarkan.