Buku ini berisi lontaran kritik-kritik sosial, politik dan agama Iqbal dengan gaya menulis verbalisme. Tulisan-tulisan di dalamnya cenderung santai dengan suasana akrab sehingga pembaca seakan sedang berada di hadapannya. Cocok dibaca oleh kalangan terdidik agar tidak putus komunikasi dengan masyarakat yang harus terus-menerus mereka ajak berdiskusi.
Asrar Khudi merupakan pikiran filsafat Iqbal yang ditulis dalam bentuk puisi. Asrar khudi, terkandung penjelasan tentang jiwa, manusia, perenungan, pemikiran, dan pengkajiannya. Mengapa kondisi kaum muslim melemah, penentangannya terhadap intelektualisme hindustan, patheisme Islam yang telah mematikan keinginan untuk mengadakan aksi kecaman serta kritik terhadap para filsul idealis dan para pen…
Buya Hamka. Nama lengkapnya Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Putra pertama dari pasangan Dr. Abdul Karim Amrullah dan Shaffifah ini lahir pada 17 Februari 1908 di Maninjau, Sumatera Barat. Tidak satu pun pendidikan formal ditamatkannya. Banyak membaca menjadi modalnya, tak lupa belajar langsung dengan tokoh dan ulama, baik di Sumatera Barat, Jawa, bahkan sampai ke Mekah. Doktor Honoris Causa da…
Serangkaian kisah tentang Buya Hamka di mata anak kandungnya, Irfan Hamka, meliputi: Masa kecil, remaja, dewasa, berkeluarga, dan memiliki 12 orang anak. Memulai jalan dakwah sebagai ulama, sastrawan, budayawan, dan politisi. Akidah dan pedoman hidup Buya Hamka. Hubungannya dengan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran baru. Bagaimana kehidupan Buya Hamka ketika istri tercintanya meninggal dunia.…
Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka, menawarkan gagasan-gagasan baru nan segar tentang masa depan literasi dalam buku ini. Mulai dari mengaplikasikan snack culture dalam produk bacaan, merilis karya dalam bentuk lisensi Creative Commons, menelisik hibah-hibah penerjemahan ke bahasa asing, mencari "pewaris" para penulis legendaris, hingga upaya memenangkan ruang display di benak pembaca.
Barbara Victor, seorang jurnalis kawakan, membawa kita menyelisik latar belakang fenomena baru ini, yang didalamnya berkelindan berbagai aspek: politik, kultural, psikologis, sosiologis-segi-segi yang sering tenggelam dalam ingar bingar berita. Kita akan menyimak kisah-kisah getir dan konflik-konflik yang membuat "mawar-mawar" ini memilih untuk menggugurkan kelopak-kelopak mereka sendiri dalam …
Manusia bilang di mana ada kehidupan,di situ ada harapan. Tapi bagiku, ruh yang telah dinasibkan di lauhul mahfudz, selama manusia memelihara harapan, memelihara harapn, maka aku akan di didup selam
“Ketika saya membaca naskah buku ini, saya tenggelam dan merasakan menjadi bagian dari paragraf demi paragrafnya. Saya tersedot ke detail-detail yang ditulis Daniel, mengalir deras menantang untuk diarungi. Saya membayangkan sebagai pelakunya. Misalnya, saat Daniel menginap di bandara Bangkok, saya merasakan sedang tidur di sana juga. Saat Daniel menaiki pesawat ke Chengdu, cina, saya sedan…