Beruk, Gendhon, dan Penceng adalah nama dari tiga anak cucu Simbah -Cak Nun, yang hadir dalam buku ini. Sebagaimana orang yang dituakan, Simbah selalu dimintai saran, nasihat, atau pendapat sebelum anak cucunya memutuskan suatu hal. Tulisan Cak Nun dalam buku ini bergaya novel, melibatkan fenomena yang terjadi di masa kini dan lampau, mulai dari agama, politik, budaya, sejarah, hingga kehidupan…
Setiap orang pasti memilih pemimpin yang bisa dipercaya. Namun, percaya membabi buta kepada pemimpin tersebut justru bisa menjadi persoalan. Berprasangka baik memang perbuatan yang dianjurkan. Namun, selalu berprasangka baik tanpa sedikit pun meletakkan sikap kritis malah membahayakan. Melalui Pemimpin yang "Tuhan", Cak Nun mengajak pembacanya untuk mawas diri. Tidak hanya kepada pemimpin yang …
Setelah beberapa kali menyelenggarakan perkumpulan pengajian yang membahas mengenai tafsir Al-Qur'an, Markesot mulai dibicarakan orang-orang. Mereka bertanya-tanya mengenai latar belakang ilmu agama yang dimiliki Markesot. Apalagi selama ini, dia tidak dikenal sebagai ulama, ustaz, maupun santri lulusan madrasah sekalipun
Melalui buku ini, Tasaro menuliskan surat panjang kepada Bapak. Ia mencoba menceritakan kembali perjalanannya ke Tanah Suci, tempat yang paling ingin didatangi Bapak sepanjang hidupnya menyusuri setiap jengkal tanah yang 1.400 tahun sebelumnya Rasulullah Saw. membangun sejarah di sana.