Antologi yang bersahaja ini berasal dari himpunan sajak-sajak untuk beberapa acara pembacaan sajak khusus yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, bekerjasama dengan badan-badan yang berhubungan dengan solidaritas perjuangan rakyat Palestina dan Afganistan. Sajak-sajak ini berasal dari Palestina, Afganistan dan dunia Islam yang lainnya. Para penyair nasional juga ikut mengisi buku ini.
Si kecil Na Willa tinggal di sebuah gang di Surabaya, di rumah dengan pohon cemara di depannya. Ia menghabiskan hari dengan berlari mengejar kereta bersama Dul (walau ia selalu tertinggal), pergi ke pasar bersama Mak, melewati bapak penjual anak ayam kuning, atau memikirkan bagaimana orang bisa nyanyi-nyanyi di dalam radio.
Hujan Bulan Juni pertama kali diterbitkan oleh Grasindo tahun 1994 dan telah dicetak ulang beberapa kali.
Buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono ini memuat dua belas sajak. Berbeda dengan kumpulan sajak lainnya, dalam buku ini sajak-sajaknya lebih panjang seperti membaca sebuah cerita pendek yang disampaikan dengan bahasa puitis dan liris. Di samping itu, sajak-sajak ini juga kental dengan perenungan mendalam sehingga tampak menonjol nilai-nilai filosofisnya.
Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya…