Kesalahan kita sebagai orang tua dan pendidikan adalah jika kita tidak pernah meluangkan waktu untuk merefleksikan sendiri hakikat, misi, dan visi ideal pendidikan dikaitkan dengan tujuan penciptaan dan misi kehidupan. Akibatnya, kita hanya ikut-ikutan kata orang atau sistem persekolahan. Lantas kita bingung ketika anak-anak kita lulus dari sekolah sebagai pribadi yang 'dangkal', tidak tahu apa…
Telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta bahwa di semsta ini segalanya berpasangan, dan harus berpasangan. Pasangan fujur adalah taqwa, pasangan nafsu adalah akal, dan pasangan baligh adalah aqil. Maka ketika baligh dan aqil berpisah, jiwa ketika itu limbung, pincang, dan tak seimbang. Timbangan yang telah Allah tegakkan dalam jiwa tiba-tiba berdiri miring.
Seperti kata awe inspiring yang bermakna sesuatu yang mengagumkan, banyak manfaat yang tercipta. Saat kata aku dan dia mejelma KITA, akan lebih banyak kebaikan yang dikerja. Pernikahan hakikatnya adalah ajang untuk saling berlomba, melejitkan potensi bersama, dan mengangkasa berdua. Bergenggaman tangan menuju visi yang sama, bahu-membahu mengejar surga-Nya.
Anak adalah buah cinta paling berharga. Mimpi indah masa depan. Keindahan akan menjadi kenyataan jika kita bergandeng tangan menyiapkannya. Namun, tidak sedikit orangtua terkejut mendapati bahwa keindahan yang dicita-citakan tak sesuai kenyataan. Dengan membaca buku ini, Anda akan menemukan cara yang tepat dan ikhtiar yang maksimal menjadikan impian indah mewujudkan kenyataan.
Buku ini, siap mengajak Anda untuk self healing bersama Al-Quran. Menguatkan jiwa melalui kisah-kisah inspiratif, membasuh luka dengan firman-Nya, serta meng-charge iman bersama kalimat motivasi.
Dengan membaca buku ini, Ayah-Bunda akan mengetahui cara menghadapi anak, bukan hanya sebagai objek yang hendak diarahkan sesuai dengan cita-cita dan keinginan orangtua, melainkan sebagai subjek yang memiliki perasaan, pemikiran, dan kesadaran yang unik dan berpotensi luar biasa.
Semua orangtua mengharapkan anak mereka menjadi superkids. Kecerdasan intelektua; seolah-olah merupakan hal utama. Tetapi jangan lupa, kesuksesan masa depannya tak hanya ditentukan oleh IQ, melainkan juga SQ ( kecerdasan sosial) dan EQ ( kecerdasan emosional). Selain memiliki kemampuan inteligensi yang tinggi, si kecil diharpkan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, peduli terhadap ses…
Kecerdasan anak tidak semata-mata dipengaruhi oleh makanan bergizi yang dikonsumsinya. Tetapi, juga dapat ditinggalkan melalui pola bermain, seperti mengenal bentuk, warna, berhitung, membaca, melatih motorik, melatih seni, melatih bicara, dan sebagainya. Ini dikarenakan, permainan memiliki fungsi terapi yang dapat membantu menunjang proses tumbuh kembang anak. Buku ini mengulas tentang manfa…