Buku ini merupakan kolaborasi dari empat seri Real Story: Apa yang Sesungguhnya Diinginkan Paman Sam; Yang Kaya Sedikit dan yang Gelisah Banyak; Rahasia, Kebohongan, dan Demokrasi; serta Kebaikan Umum. Kendati perbincangan dan wawancara yang terhimpun dalam buku ini berlangsung pada era 1990-an, pandangan Chomsky rupanya lebih mencerahkan daripada berita dan analisis teraktual.
Menurut Francis Fukuyama, setiap individu memiliki dorongan untuk dihormati dan diakui. Hasrat manusia akan pengakuan yang berakat kuat telah menjadi penyebab tirani, konflik, dan perang. Buku ini adalah sebuah peringatan tajam bahwa jika kita enggan menempa pemahaman universal tentang martabat manusia, kita akan menghancurkan diri kita sendiri pada konflik kepentingan yang tidak ada habisnya.
Curiosity and necessity are the primary motives underlying human inquiry. Either we seek to understand the world around us for the sake of knowledge, or we seek to understand it so that we may protect or better our lot in it. Whichever is the case, our knowledge often brings with it, at least potentially, a recognition of certain ways to improve upon things as they are. To put that another way,…
Apabila tingkah laku masyarakat memang memiliki ciri, watak dan pola tertentu, dapatkah kemudian disusun rumusan baku sebagai cara untuk memahaminya? Sebagaimana ditunjukkan ke hadapan kita, paling tidak Ilmu Politik telah mencoba membuktikan bahwa pertanyaan di atas harus dijawab dengan "ya".
Pada mulanya adalah kata dan selebihnya adalah problem. Dalam antrian, benar jika kaum filsuf mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh kata-kata. Namun, pada saat yang sama, pengalaman manusia bersama kata-kata menyisakan problem. Problem itu, salah satunya sebagaimana ditunjukkan oleh Achmad San dalam buku ini, adalah tidak memadainya bentuk-bentuk majas yang kita kenal di bangku sekolah.