Tiga belas cerita pendek merentang dari masa prakedatangan Cornelis de Houtman hingga awal Indonesia merdeka. Masing-masing menggoda kita untuk berimajinasi tentang sejarah Indonesia dari sudut pandang yang khas: mantan tentara yang dibujuk membunuh suami kekasih gelapnya; perwira yang dipaksa menembak Von Imhoff; wartawan yang menyaksikan Perang Puputan; inspektur Indo yang berusaha menangkap …
"Kematian hanya menghentikan hidup, bukan cinta" Di ambang kepayahan, seseorang hadir menyelamatkanku melalui transplantasi hati. Namun, keajaiban itu rupanya hanya ilusi. Aku harus melanjutkan mimpi burukku sejak terjaga dari meja operasi Lebih panjang, lebih kejam Nyatanya dia tak hanya mewariskan seonggok hepar, tetapi juga seluruh kenangan dan kisah cintanya yang tak kelar, yaitu k…
Medan jihad itu sangat luas, tidak mesti hanya diartikan qital. Begitu juga dengan metode dakwah, tidka melulu urusan mimbar. Madrasah pena memilih sastra sebagai preferensi sarana jihad dan metode dakwah; jalan sunyi dan jauh dari riuh tepukan tangan. Tapi jalan itu adalah jalan "keabadian". Sebagaimana salah satu "keabadian" dan mutiara al-Quran, terletak pada bahasanya yang metaforik, penuh …
Jalan yang berkelok dan menanjak, cukup membuatku mual. Sampai pada ujung jalan menanjak, sebuah cahaya lampu menembus dari arah berlawanan. Bunyi klakson terdegar bersahutan di telinga. sepersekian detik kemudia hantaman pertama merusak bus bagian depan, membuat bus hampir terguling. Seluruh penumpang terlempar keluar dari kursinya. Belum sempat kami membetulkan posisi, dari belakang tiba-tib…
Siapa yang tak ingin mendapat sekuntum mawar merah sebagai ungkapan cinta dari suami? Ini jangankan bunga, ketika aku minta diantar ke pasar swalayan.....jawabannta,"Kamu kan punya kaki, jalanlah sendiri...Tugasku lagi banyak! Tak usah manja, ingat muslimah harus tegar, siap berjihad fi syoro wa dloro!"
Menyelesaikan kisah-kisah dalam buku ini seperti sehabis berolahraga. Membacanya terengah-engah. Namun, setelah selesai terasa segar dan sejuk. Setiap cerita dalam buku ini selalu bermuatan "bobot" yang tidak kecil dan tidak sederhana dengan ritme yang cepat. Ketidaksederhanaan inilah yang kemudian menjadi energi untuk menuntaskannya agar segera mengetahui tiap-tiap ujungnya. Sesampainya di uj…
Bali merupakan katalis sekaligus latar belakang bagi visi sang pendekar romantis, Bre Redana. Dengan goresan pena yang merdu, kenangan si pemuda abadi ini tersebar secara puitis dan filosofis dalam tulisannya. Seperti halnya, "Berteduh di Antara Batubulan-Mas", "Cinta Bersemi di Banjar Kalanganyar", "Berselewengan di Bawah Sayongan Tegalsuci", dan lain-lain. Bali jadi lebih dikenal, lebih digam…
Kumpulan cerpen Kabut Negeri si Dali ini memuat 15 cerpen yang ditulis tahun 1990-1999. Tema umum yang disajikan dalam kumpulan ini adalah potret dari akses dan latar belakang sejarah politik dan perang mulai dari zaman pendudukan Jepang hingga zaman orde baru.