Berbeda dari certa-cerita yang karakter utamanya selalu digambarkan sebagai cowok badboy, kaya raya, ganteng, digandrungi banyak wanita, ketua osis, cool, puny nama ke-bule-bule-an, jago berantem; yang ketemu cewe kuper, cupu, seriing di-bully, gak punya banyak teman, tapi berakhir jadian dengan cowo tampan di sekolah. Cerita ini benar-benar berbeda. Sadewa Sagara adalah seorang anak SMA …
Tidak ada yang baik-baik saja dengan kehilangan. Ibu pernah berkata kepadaku. "Kita tak bisa menghalangi apa pun. Namun, nasihat itu tidak bisa menenangkanku saat mengetahui Ibu tidak lagi ada di rumah. Ia pergi tanpa pamit di sebuah pagi buta, meninggalkan secarik kertas berpesankan untuk jangan mencarinya. Sepi. Tanpa janji untuk kembali dan atau petunjuk ke mana ia pergi.
Kau pasti ingat kita pernah suatu saat membayangkan sebuah dongeng tentang waktu yang ujudnya remah-remah yang bisa kita kunyah, telan, dan muntahkan kapan saja agar tetap ada. Kita menyukai dongeng yang katamu indah itu meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya memahami apa maknanya. Sar, kalau saja kita bisa hidup di luar waktu, tiba-tiba katamu. Bagaimanakah akhir perjalanan Pingkan dan Sarwono?…
Jika bisa memilih, tentu saja Newt tidak mau berpisah dengan teman-temannya yang merupakan keluarga satu-satunya selama belasan tahun terakhir. Namun, dia sadar, virus yang menginfeksinya mulai merenggut kewarasannya. Perlahan tetapi pasti, dia akan merubah menjadi Crank buas, mahluk yang selama ini mereka hindari. Crank Palace bukan hanya menyuguhkan aksi seru dan menegangkan. Kita akan me…
Namanya Salva. Panggilannya Ava. Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna. Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal. Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga. Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak ya…
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri.