Buku ini mengungkapkan bukti-bukti bahwa perpecahan dalam tubuh SI terindikasi kuat merupakan bagian dari skenario besar Belanda. Pak Tjokro sadar akan intervensi penjajah itu maka ia memercayakan Sukarno untuk memerdekakan bangsa ini. Putra sang Fajar yang sejak awal dititipkan di rumah pak Tjokro ini memang dipersiapkan untuk membebaskan ibu pertiwi dari belenggu penjajah.
H. Yunus Yahya dalam tahun 1950-an bersama kawan-kawannya sesama mahasiswa keturunan Tionghoa di Nederland mulai mengadakan gerakan asimilasi dengan ihktiar membubarkan perkumpulan Tionghoa. Mereka tidak setuju keturunan Tionghoa (setelah sudah warga Negara RI) berkumpul berdasarkan ikatan ras maupun "keturunan asing"
Buku yang sangat menarik karena cerita ini fakta terjadi oleh mahasiswa yang bernama Ed Husain tentang pengalamannya ketika masuk Hizbut Tahrir (HT).
Buku ini berisikan inspirasi tentang perjuangan beberapa orang untuk terus belajar seringa akhirnya bisa mencapai mimpi-mimpi mereka.
Kesan dan kenangan yang dikisahkan oleh beliau pribadi. Pengalaman cerita yang dituliskan pun mengandung subyektifitas berdasarkan persepsi dan peristiwa-peristiwa pada masa lalu.
Buku yang berisi pemikiran - pemikiran (alm.) Soe Hok Gie, mahasiswa Jurusan Sejarah FSUI. Disusun lewat koleksi karya - karya tulisan Gie, baik di jurnal hariannya, maupun dari tulisan - tulisannya di koran nasional. Buku ini menarik untuk dibaca. Terlebih lagi lewat penggambarannya sebagai mahasiswa pada era orde lama, Gie dapat membawa kita menyelami kehidupan rakyat Indonesia sekitar tahun …
Di tengan-tengah keterbatasan buku tentang sejarah sebagai ilmu dalam bahasa Indonesia dan adanya kelemahan secara metodologis pada sebagian historiografi yang dihasilkan penulis Indonesia, buku ini memberi sumbangan yang penting bagi studi sejarah di Indonesia.
Susi Pudjiastuti, seorang wanita tangguh yang memiliki begitu banyak impian. Sekian tahun ia lalui dengan bergelut di pesisir Pantai Pangandaran bersama tangis dan tawa para nelayan, hingga ia dijuluki "bakul ikan". Namun, perempuan yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya di bangku SMA ini -dan kerap dijuluki "gila" oleh orang-orang justru sekarang…
Lahir di Tunisia pada 732 H/1332 M, ia langsung menghadapi berbagai kemelut sosial-politik yang terjadi di depan matanya. Dengan terombang ambing dalam berbagai konflik, ia menjalani kehidupannya dengan penuh bahaya dan petualangan. Kadang-kadang, ia menang; di lain waktu ia kalah. Yang mengagumkan, dalam kondisi demikian ia mampu menelurkan karya-karya cemerlang. Mulai dari sejarah, sosiologi,…
Di usianya yang masih sangat muda, semangat dan keberanian ken untuk berinvestasi dan menekuni bisnis digital patut diacungi jempol