Kita tidak sempurna. Kita mungkin punya keburukan, melakukan kesalahan, bahkan berbuat jahat, menyakiti orang lain. Tapi beruntunglah yang mau berubah. Berjanji tidak melakukannya lagi, memperbaiki, dan menebus kesalahan tersebut. Mari tutup masa lalu yang kelam, mari membuka halaman yang baru. Jangan ragu-ragu. Jangan cemas. Tinggalkanlah kebodohan dan ketidakpedulian. "Selamat Tinggal" suka b…
Novel tentang cinta, tentang persahabatan, tentang perpisahan, tentang melupakan, dan tentang hujan. Tema yang diusung Tere Liye di buku ini tidak sesederhana novel romantis pada umumnya. Tidak melulu soal cinta melainkan juga ada bumbu-bumbu ilmiahnya. Penggambaran Tere Liye tentang teknologi dan penjelasan ilmiah lainnya dikemas sederhana sehingga mudah dipahami.
Kisah si Pemilik kucing kecil, penuh cerita sejak kecil. Memperoleh hidayah Islam, hijrah menuju pusat Islam. Bersama Rasulullah Saw. beliau mulazamah. Mengambil hikmah, memetik faedah. Menuntut ilmu tujuan mulia, dalam kelaparan tak terkira. Bakti kepada ibunda, sabar dengan iringan doa. Wafat meninggalkan riwayat, hadits Rasulullah Saw. untuk umat.
Nenek membawa hadiah yang indah untuk cucu-cucu kesayangannya. "Allah-lah yang menghentikan langkahku untuk membeli hadiah ini untuk kalian."
Dafi melihat sapi dari dekat. Banyak yang baru diketahui Dafi. Apa saja ya?
Jati diri Sabda Palon dan Naya Genggong terkuak perlahan-lahan di hadapan Bhre Kertabumi. Meskipun demikian, dua sosok misterius itu masih diselimuti kabut tebal, samar dan tersembunyi. Itu terjadi setela Bhre Kertabumi mendatangi beberapa petilasan suci: Gunung Kawi, Dharma Badhyut, Gunung Pawitra, dan Gunung Lawu. Di tempat-tempat itu dia menggelar tapa brata sesuai perintah sosok gaib yang d…
Jilbab Asiya bagai samudra dan angkasa yang tiada batas di antaranya, menyapa dengan gelombang membahana. Seakan berkata aku akan selalu di sana, seperti saudara. Seperti aku dan Asiya.
Hari ini Ayah pulang dari tempat kerjanya di luar negeri. Ara membayangkan Ayah harus menaiki berbagai kendaraan untuk sampai di desa mereka. Lalu, tiba-tiba terjadilah keajiaban.
Ge tidak betah di tempat ini. Di sini Ge diperlakukan dengan kasar, dipaksa bekerja walau lelah. Begitu ada kesempatan, Ge segera melarikan diri. Namun... oh-oh, di mana rumah Ge? Di sekitar Ge hanya tampak tanaman yang tak dikenalnya. Belum lagi, manusia meneriaki dan mengejarnya. Ke mana Ge harus berlari?