Masih ada kesempatan untuk koyak-moyak. Baiklah kita sukses hari ini, tidak apa-apa, besok pasti kan buyar semua. Ada semacam naluri kep[ada kehancuran yang telah menjadi trademark iklim tropis hangat-hangat tahi ayam: Semua buku akan habis dimakan rayap, semua bangunan penting dan tidak penting akan diliputi gulma, dan manusia akan kembali seperti sepasang sel telur dan sperma berenang-renang …
Seorang kenalan ingin membeli rumah seken di Tokyo dan memperlihatkan denah rumahnya padaku arena merasa ada yang ganjil. Sekilas, rumah ini kelihatan seperti rumah-rumah lain pada umumnya dengan interior yang luas dan terang. Namun, ketika mencermatinya baik-baik, aku mendapati bahwa memang ada keanehan di sana-sini. keanehan demi keanehan itu bertumpuk, kemudian terjalin membentuk satu "keny…
Jika kita menganggap perempuan yang baru jadi ibu hanya merasakan bahagia, kita bersikap tidak adil. Ada beragam gejolak yang ibu rasakan. pengalaman ketubuhan ini juga harus berhadapan dengan tuntutan masyarakat yangs ering kali tidak masuk akal. Sophia Mega menuliskan setiap fase menjadi ibu, dari hamil, melahirkan, menyusui, sampai mengasuh anak. Sebuah cerita yang mencerminkan pengalaman …
Gaji? Cukup, cukup besar. Karier? Mulus melesat. Bisnis? Sebentar lagi soft launching. Karya? Sudah banyak yang suka. Jodoh? Aih! Sediikit lagi. Mantap betul nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumni kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan. Namun, tikus-tikus tersebut nyatanya tidak sepenuhnya hilang. Mereka malah membesar, men…
Dua budak perempuan Abesy turun di Bandar Lamuri pada paruh kedua abad keenam belas. Bintang-bintang di langit pun mulai bergerak menandai awal mula perubahan besar di negeri-negeri Selat Malaka. Anak lelaki salah seornag budak itu kemudian tampil merebut kekuasaan melalui Pembasmian Merica. Dinasti lama tersingkir, demikian pula penguasa sesungguhnya kawasan Selatan: kongsi dagang Ikan Pari Hi…
Lebih Senyap dari Bisikan merupakan novel kedua Andina Dwifatma, setelah Semusim, dan Semusim Lagi (2023)- pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel ini membuka mata pembaca dengan kisah Amara dan pahit manis kehidupan perempuan dalam menemukan apa yang berharga.
Semua simpulan selalu berada di akhir. Mungkin itulah kenapa di ujung semua proses, segalanya tampak lebih jelas. Bertanya-tanya di tengah kisah hanya akan merusakkan nikmatnya menikmati kisah itu sendiri. Membiarkan rasa penasaran memuncak dalam tiap alur dan terus menikmati satu demi satu rangkai cerita akan menjadi makna tersendiri dalam setiap kisah. Seperti kata Buddha, jangan terjebak mas…
Di Negeri Para Bedebah, pencuri, perampok, bagai musang berbulu domba. Di depan wajah mereka tersenyum penuh pencitraan. Di belakang penuh tipu-tipu. Di Negeri di Ujung Tanduk, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi. Tapi setidaknya, dalma situasi apapun, petarung sejati tidak akan terus memilih kehormatan hidupnya. Bahkan …