Antologi yang bersahaja ini berasal dari himpunan sajak-sajak untuk beberapa acara pembacaan sajak khusus yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, bekerjasama dengan badan-badan yang berhubungan dengan solidaritas perjuangan rakyat Palestina dan Afganistan. Sajak-sajak ini berasal dari Palestina, Afganistan dan dunia Islam yang lainnya. Para penyair nasional juga ikut mengisi buku ini.
Dalam buku ini, pembaca akan mendapati ungkapan cinta seorang manusia kepada sesamanya dan Penciptanya. Meskipun tetap dengan nada yang kadang menusuk tajam—karena sarat kritik atas kehidupan sosial kita yang pincang—kelima puluh prosa-puisi yang tampil di sini mencuatkan kepekaan dan kedalaman pemikiran seorang seniman dalam menangkap ayat-ayat Tuhan.
Buku kumpulan puisi ini adalah percakapan-percakapan kepala dan dada. Pikiran-pikiran panjang yang melingkar dalam kepala dan hal-hal yang menumpuk dalam dada. Menurut penyunting buku, Irfan Ramli, Cinta yang Marah ditulis sebagai respon atas Peristiwa Reformasi. Dua puluh syair dalam buku ini adalah penegasan atas tanggal 21 Mei 1998, hari ketika Soeharto mengundurkan diri dan rezim Orde Baru …