Catatan Najwa berisi refleksi Najwa Shihab atas isu yang dibahas di program Mata Najwa. Dengan gaya rima yang khas, Catatan Najwa menggelitik dengan sindiran, menohok tajam, kadang seperti ajakan merenung. Inilah narasi-narasi terbaik Mata Najwa yang akan terus relevan dibaca kapan pun.
Selama ketegangan antara wawasan Islam yang universalistik dan wawasan kebangsaan yang pertikularistik belum terleraikan secara tuntas, persoalan tentang peranan Islam dalam sebuah bangsa selalu muncul secara terserak-serak dan hanya mendapatkan pemecahan parsial saja, termasuk di Indonesia. Buku ini menawarkan celah-celah yang patut dipelajari tentang bagaimana Islam di Indonesia menatap masa …
Antologi yang bersahaja ini berasal dari himpunan sajak-sajak untuk beberapa acara pembacaan sajak khusus yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, bekerjasama dengan badan-badan yang berhubungan dengan solidaritas perjuangan rakyat Palestina dan Afganistan. Sajak-sajak ini berasal dari Palestina, Afganistan dan dunia Islam yang lainnya. Para penyair nasional juga ikut mengisi buku ini.
Beruk, Gendhon, dan Penceng adalah nama dari tiga anak cucu Simbah -Cak Nun, yang hadir dalam buku ini. Sebagaimana orang yang dituakan, Simbah selalu dimintai saran, nasihat, atau pendapat sebelum anak cucunya memutuskan suatu hal. Tulisan Cak Nun dalam buku ini bergaya novel, melibatkan fenomena yang terjadi di masa kini dan lampau, mulai dari agama, politik, budaya, sejarah, hingga kehidupan…
Dalam kumpulan tulisan yang pernah terbit di berbagai media ini, Cak Nun mencoba menempatkan agama, dalam hal ini Islam, sebagai jalan pemerdekaan. Lewat ini pula manusia dapat menari-nari dengan imajinya sendiri.