Wanita adalah mahluk yang emosional. Mungkin pria tidak pernah mengerti mengapa suatu hal adalah masalah besar untuk seorang wanita. Padahal sesuatu ini tidak penting bagi pria. Pria tidak dapat mengubah kondisi tersebut. Wanita juga penuh misteri. Ia lebih sensitive dalam hal apa pun, ia cenderung lebih peka dan selalu berhati lembut daripada pria. Memang kodratnya dilahirkan seperti itu. Tapi…
Reproduksi selalu mengundang rasa ingin tahu manusia. Apa yang menyebabkan manusia sebegitu tertarik dengannya? Dalam buku ini diperlihatkan betapa tak biasanya reproduksi manusia –bahkan ganjil jika dibandingkan dengan berbagai hewan. Berbagai pertanyaan dibahas di dalamnya: Mengapa manusia berhubungan seks bukan hanya untuk prokreasi, melainkan juga rekreasi? Mengapa laki-laki tidak bisa me…
Terkadang, ada diantara kita yang karena beragam alasan, akhirnya menikah dengan orang yang belum kita cintai. Mungkin ada dari kita yang karena berbagai sebab, akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang belum kita sayangi. Lalu, bagaimana mengatasi semua persoalan ini? Semoga Menikah Tanpa Cinta menjadi media utnuk meraih kebahagiaan dalam rumah tangga yang sudah terbangun. Sel…
Apa tujuan hidup kita? Apa makna keberadaan kita? Barangkali itulah pertanyaan lestari yang mengekor hidup manusia. Dan sering kali, realitas hidup, kesibukan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, justru membuat kita menjauh dari menemukan jawaban pertanyaan itu—menjauh dari makna hidup, membuat hidup kian terasa hampa. Lantas, bagaimana mencegah kehilangan makna diri dan hidup kit…
Pernah nggak, kalian bilang ini ke diri sendiri? Atau, mungkin itu terucap ke orang lain? Seringkali, masalah dan keribetan hidup itu disebabkan bukan karena orang jahat atau bencana, tapi karena kita sendiri atau orang lain yang mikirnya kusut. Karena itu, mikir dengan benar itu jadi penting untuk hidup yang bahagia dan anti-ribet. Buku ini mengumpulkan berbagai kerangka berpikir, atau m…
Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai "logika mistika". Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesaj…