Meskipun dilema melanda hatinya, karena meninggalkan ibunya dan kekasihnya, Raden Adjeng Biroe, Hidjo akhirnya tetap bernagkat ke Belanda naik Kapal Api Gunung. Raden Potronojo mengirimnya ke Belanda naik kapal Api Gunung. Raden Potronojo mengirimnya ke Belanda untuk sekolah insinyur Novel ini pertama kali ditulis tahun 1918 sebagai cerita bersambung di harian Sinar Hindia, kemudian terbit s…