Mada memberontak kepad aTuhan. Karena sudah merenggut ayah, ibunya, ia juga kehilangan cipta yang membuatnya patah hati. Ia marah pada kenyataan, kemudian memutusan untuk menjadi backpacker dan hidup bebas. Bahkan ia juga meninggalkan Tuhan, keluarga, dan karibnya di kampung. Pada dunia luar yang bebas, Mada menemukan kebahagiaan ragawi, namun merasa kosong secara rohani. Di saat yang penuh …