Studi terhadap hadits Nabi baik statusnya sebaga sumber syari'at Islam kedua setelah Al-Qur'an maupun sebagai kajian keilmuan, jelas memerlukan keluasan keilmuan yang lain, di samping ketekunan yang luar biasa. Karena keilmuan hadits seperti yang dapat disaksikan dewasa ini, merupakan ilmu 'Islam' yang sarat dengan berbagai dimensi, bukan saja menyangkut segi metodologinya yang sangat variatif …