Alangkah pedihnya hati bU Amanah ketika suaminya tercinta telah tiada. Ia tak akan menjumpaimu lagi untuk selama-lamanya, kecuali di surga. Dia yakin suaminya yang budiman sedang menuju surga. Bu Amanah melihat anak-anak penyemir sepatu yang sering dia temui di gerbong kreta api sebagai ladang baginya untuk menuju surga. Maka bersama para donatur dan teman-temannya, ia membina mereka di mu…