Ara terpaku mendengar setiap kejujuran yang terucap dari bibir Hiro. Pemuda itu telah berkorban banyak untuknya. Dan setelah sekian lama menunggu, keajaiban itu akhirnya kembali. Penantian yang tulus, tak akan pernah sia-sia. Ia mengambil omamori dalam sakunya, kemudian menyerakannya pada Hiro.
Kami diliputi ketakutan dan menjadi pelarian dari keluarga bangsawan. Kakek menginginkan tubuh dan darah kami untuk menguasai keabadian. Nafsu yang sejak dulu terpendam, membuatnya kalap. Tugas kami adalah bertahan hidup dan lari sejauh mungkin. Sejauh yang kami bisa. Mungkin saja saat ini kami ada di kotamu