Buku ini mengupas secara dalam ketegangan intern Islam, antara golongan mayoritas "dewan wali" berhadapan dengan golongan minoritas - Syekh Siti Jenar dan para pengikutnya - untuk menentukan kebenaran teologis yang mereka pertentangkan. Tapi lebih dari itu, mereka bertarung juga karena kehendak memperoleh pengaruh, kehendak untuk "eksis" secara poliitis, meskipun bukan pula mustahil di balik se…
Dalam Kongres Islam di Cirebon tahun 1922, K.H. Ahmad Dahlan menyatakan bahwa karena persamaan kedudukan, tidak perlu perantara dalam ibadah. Oleh sebab itu, manusia harus bekerja sama dengan semua pihak walaupun berbeda dengan ketergantungan kehendak mutlak Tuhan menurut doktrin tarjih. Ajaran dan pemikiran "spiritualisme 'hati-suci'" K.H. Ahmad Dahlan yang sangat toleran itu pada suatu masa p…
"islam yang kita catut dari kalam illahi dan sunnah bukan apinya,bukan nyalanya,tapi abunya,debunya,... ah, ya asapnya,abu yang berupa celak mata dan surban, abu yang bisanya cuma baca fatihah dan tahlil,bukan apinya yang menyala-nyala dari ujung zaman yang yang lain." -sukarno,1940