Berawal dari dialektika model gerakan yang harus dipilih PMII, dalam menghadapi realitas kebangsaan dan kemanusiaan. Antara yang ber"Politicho-think" yang hobinya bermanja-manja dengan kekuasaan, dan bahkan larut, dengan yang berkeinginan untuk mengembalikan PMII pada khittah gerakan mahasiswa, gerakan pemikiran, dan gerakan moral yang independen.