Apakah catatan-catatan Eep Saefullah Fatah di sepanjang halaman buku ini merupakan diary-nya berkaitan dengan politik? Seberapa jauhkah catatan-catatan ini dapat mengungkap realitas sesungguhnya dari ketegangan, penantian, harapan, dan cita-cita politik bangsa Indonesia? Seberapa dalam pula buku ini mampu menangkap sekaligus mengungkap kegetiran, antusiasme, dan "dendam" para pelaku politik?
Buku ini memuat dua belas isu menarik berkaitan dengan demkratisasi di tambah prolog dan epilog panjang tentang agenda demokratisasi pasca Orde Baru yang disajikan secara lugas, bening dan kukuh.