Dalam lingkungan Islam maya, 'identitas (maya)' yang menyatukan konsep umat ini menjadi "umat digital" menimbulkan sejumlah problema teoretis yang menarik. Apakah umat digital ini suatu fenomena yang nyata dan/atau khayalan? Apakah dunia maya menimbulkan perasaan akan satu (atau beberapa) identitas Muslim yang diidealkan, dibandingkan dengan realitas?