Sebuah cerita sederhana karya Asma Nadia tentang cinta dan persahabatan yang menggetarkan. Disajikan dalam bentuk novel dan diskenariokan dengan apik oleh Aditya Gumay dan Adenin Adlan. Juga telah diangkat ke layar lebar sebagai film berjudul sama.
Ini adalah sekuel kedua dari novel Tere LIye sebelumnya, yaitu Pulang. Di novel ini cerita masa lalu Padre alias Samad, bapak Bujang, menjadi dominan dibanding kisah dari tokoh Bujang itu sendiri. Inilah sebuah kisah tentang menemukan tujuan, ke mana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ke mana langkah kaki akan dibawa.
Atas dasar pekerjaan, Zaman Zulkarnaen harus menelusuri hidup seorang kliennya, perempuan pemegang paspor Inggris yang barusan meninggal dan mewariskan harta yang jumlahnya bisa menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Tiga negara, lima kota, beribu luka. Hingga akhirnya Zaman mengerti, bahwa ini bukan sekadar perkara mengerti jalan hidup seorang klien, melainkan pengejawantahan prinsip kuat di tengah …