Gimana kalau ternyata cara memenangkan kehidupan adalah bukan denan menjadi yang terbaik, tapi menjadi yang paling berbeda? Gimana kalau kunci membangun konsep diri yang tangguh adalah dengan menggunakan identitasmu yang beragam untuk membangun konsep diri yang tahan perbandingan?
Saat bertemu dewasa, ada yang berkali-kali dihantam ombak realita. Limbung sekoci kecil itu di tengah luas samudra. Saat bertemu dewasa, ada juga yang mulai mengarungi samudra bernama rumah tangga. Bersama membangun bahtera menuju Surga, ternyata tak seindah kisah Cinderella. Namun, Allah mempertemukan kita dengan dewasa, tak hendak membuat kita lemah lalu meredakan segala juang idealisme men…
Kita tahu bahwa IQ tinggi bukanlah jaminan kesuksesan atau kebahagiaan. Tetapi, sebelum kita tahu soal Kecerdasan EMosional, kita hanya bisa menebak mengapa. laporan brilian Daniel Goleman dari perbatasan psikologi dan neurosains menawarkan wawasan baru yang mengejutkan tentang "dua pikiran" kita rasional dan emosional-dan bagaimana keduanya membentuk takdir kita.
Akhirnya, inilah buku yang bisa membantu kamu melakukan sesuatu yang mustahil; mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Jangan biarkan orang gila membuatmu gila juga. Jangan biarkan orang yang menjengkelkan, menyebalkan, dan picik memengaruhimu. Entah itu pasangan, anak, teman, klien, pasien, atau rekan kerjamu, kamu memiliki kekuatan untuk menjadikannya lebih baik. Sebelum kamu …
Ayah, ternyata benar ya. Setelah dewasa kita semua harus punya banyak uang. Harus bekerja lebih keras lagi, harus bertarung dengan isi kepala sendiri. Harus menyampingkan banyak keinginan untuk sekadar tetap bertahan hidup sampai bertemu pagi lagi. Ayah, setelah dewasa aku bertemu banyak orang yang menyakitkan dalam hidup dan kali ini aku gak punya banyak keberanian untuk melawannya. Ayah, kad…
Buku ini, siap mengajak Anda untuk self healing bersama Al-Quran. Menguatkan jiwa melalui kisah-kisah inspiratif, membasuh luka dengan firman-Nya, serta meng-charge iman bersama kalimat motivasi.
Hari ini melakukan kesalahan kecil, pasti merasa sangat berdosa. Namun esok ketika kesalahan itu terulang kembali, sedikit demi sedikit perasaan berdosa itu berkurang. Dan akhirnya, bila terbiasa melakukan kesalahan yang sama, rasa berdosa akan benar-benar hilang. Hari ini mencium bau busuk, rasanya seperti mau muntah. Namun esok saat menciumnya kembali, lagi, dan lagi, kita tidak akan lagi…