Terbayang kalimat itu mengalir dari bibir lembut seorang ibu, mengajarkan tauhid pada sang buah hati smabil mengusap rambutnya dengan penuh cinta. Terbayang raut wajah teduh keibuan, berbekal sayang bercampur cemas menasihati anaknya yang manja dipangukan, agar terhindar dari murka Allah.
Menikah tidak dimulai dari memilih jodoh. Menikah dimulai dari menata hal-hal dalam diri. Setelah semua luka berhasil dibasuh, maka kita baru dapat memasang cita-cita. Kita cari guru dan petunjuk, bebaskan diri kita dari tekanan manusia. Lalu, terutama, kita menjauh, sejauh-jauhnya, dari cinta yang haram.