Di dalam buku ini penulis membahas mengenai pandangannya terhadap beberapa persoalan bahasa di Tanah Air, khususnya yang ia soroti adalah bahasa Indonesia. Melalui buku ini penulis ingin menyampaikan berbagai masalah penggunaan bahasa yang ada di media massa. Esai ditulis menggunakan bahasa yang sederhana sehingga pembaca yang bukan berasal dari bidang Linguistik tetap bisa membaca esai-esai te…
Dilarang membaca adalah kumpulan dari sepilihan esai karya Anton Kurnia. Lima belas esai di dalamnya pada intinya merupakan refleksi tentang sejumlah persoalan sastra. Tulisan-tulisan itu dibagi ke dalam tiga bagian. Pada bagian pertama terdapat esai-esai yang menggagas berbagai hal dalam kaitan sastra Indonesia dan sastra dunia. Pada bagian kedua terhimpun sejumlah gagasan yang meneroka beraga…
Masih ada kesempatan untuk koyak-moyak. Baiklah kita sukses hari ini, tidak apa-apa, besok pasti kan buyar semua. Ada semacam naluri kep[ada kehancuran yang telah menjadi trademark iklim tropis hangat-hangat tahi ayam: Semua buku akan habis dimakan rayap, semua bangunan penting dan tidak penting akan diliputi gulma, dan manusia akan kembali seperti sepasang sel telur dan sperma berenang-renang …
Buku ini merupakan representasi sesungguhnya atas apa yang memang ingin dicari. Semua kemungkinan jalan kehidupan setelah hari ini begitu campur aduk dalam berbagai bentuk namun tetap terjalin dalam satu keutuhan buku takdir.
Jika kita menganggap perempuan yang baru jadi ibu hanya merasakan bahagia, kita bersikap tidak adil. Ada beragam gejolak yang ibu rasakan. pengalaman ketubuhan ini juga harus berhadapan dengan tuntutan masyarakat yangs ering kali tidak masuk akal. Sophia Mega menuliskan setiap fase menjadi ibu, dari hamil, melahirkan, menyusui, sampai mengasuh anak. Sebuah cerita yang mencerminkan pengalaman …
Menua dengan Gembira merupakan buku kumpulan essai pertama Andina Dwifatma. Ia menyebut esai-esainya dalam buku ini sebagai kumpulan rasan-rasan tentang kehidupan warga pinggiran kota. Tinggal di pinggiran Jakarta selama lima belas tahun memaparkan Andina pada banyak persoalan. Mulai dari perkara-perkara yang terjadi di sekitar kompleks tempat tinggalnya hingga masalah transportasi umum yang …
Apa tujuan pendidikan? Mengapa seolah-olah sekarang pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri? Dan apakah hal itu salah? Dan, apa jadinya jika akses pendidikan dibiarkan untuk tidak merata di masyarakat? Apa yang perlu kita bersama lakukan untuk agar privilege pendidikan dapat tersebar lebih luas lagi? Dua topik bertemakan pendidikan tersebut adalah secuil dari konten buku ber…
Manusia dengan semua keterbatasannya, sering kali kebingungan untuk memahami apa arti dari setiap cerita yang menimpanya. Namun, rangkaian cerita demi cerita tersebut jika dikumpulkan jadi satu, pada akhirnya akan menjelaskan satu per satu pertanyaan yang muncul dalam kehidupan manusia sendiri.
Literasi terdengar lebih sakti dari melek huruf, bahkan seolah bisa menggantikan "sastra" dan "pengetahuan". Pemerintah mendukung dengan berbagi seremoni dan kegiatan, tapi kecakapan literasi dan pendidikan bangsa Indonesia masih termasuk paling tertinggal di dunia. Tentu ada yang perlu dibenahi dalam gerakan literasi. Memanfaatkan Kajian Literasi Baru (New Literacy Studies) dengan mengan…
Literasi bukan hanya perkara baca-tulis-hitung, itu hal pertama yang harus diluruskan pada persepsi banyak penggiat literasi maupun masyarakat.