Alkisah, seorang pengacara terkenal dan sukses di Amerika mengalami serangan jantung di ruang sidang akibat gaya hidup yang tidak seimbang yang menjadi salah satu fase terpenting dalam hidupnya ketika ia mempertanyakan makna hidupnya. Untuk mencari kebahagiaan dan kesempurnaan, ia bahkan rela menukar semua harta dan kemewahannya dengan kehidupan sederhana yang penuh makna di pegunungan Himalaya…
Kemampuan berpikir adalah sebuah perjalanan--bukan tujuan--yang sebagai konsekuensinya akan menumbuhkan pemahaman tentang diri, kemampuan memecahkan masalah secara lebih efektif, sikap terbuka terhadap pemikiran baru, hingga empati yang lebih baik dalam berhubungan dengan manusia lain. Lewat Menjadi, Afutami menawarkan peta jalan yang membantu penelusuran tersebut. Alih-alih menggurui, buku …
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wa…
Menua dengan Gembira merupakan buku kumpulan essai pertama Andina Dwifatma. Ia menyebut esai-esainya dalam buku ini sebagai kumpulan rasan-rasan tentang kehidupan warga pinggiran kota. Tinggal di pinggiran Jakarta selama lima belas tahun memaparkan Andina pada banyak persoalan. Mulai dari perkara-perkara yang terjadi di sekitar kompleks tempat tinggalnya hingga masalah transportasi umum yang …
Apa tujuan pendidikan? Mengapa seolah-olah sekarang pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri? Dan apakah hal itu salah? Dan, apa jadinya jika akses pendidikan dibiarkan untuk tidak merata di masyarakat? Apa yang perlu kita bersama lakukan untuk agar privilege pendidikan dapat tersebar lebih luas lagi? Dua topik bertemakan pendidikan tersebut adalah secuil dari konten buku ber…
Ada yang sedang berantakan, tapi tetap berusaha terlihat waras dan tenang. Ada yang sedang menopang beban, tetapi tetap berusaha tegak dan seimbang. Ada yang menangis diam-diam, tapi mencoba tegar dan bertahan. Dunia memang terdiri dari banyak kepura-puraan. "Gapapa" menjelma jadi tempat sembunyi paling nyaman. Kita bukannya toidak percaya siapa-siapa. Hanya saja, tidak semua pendengar akan…
Aku percaya setiap orang memiliki cerita dan perjalanannya masing-masing. Ada yang sampai garis finis dengan cepat, ada juga yang terasa lambat. Perjalanan yang membuat kita kelelahan: lelah raga, lelah mental. Perjalanann yang menguras airmata, yang hampir membuat menyerah, yang meninggalkan suka maupun luka. Nmaun, perjalanan itu akan terasa begitu berharga bila dilalui bersama teman yang tep…
Jostein Gaarder mencoba mencari jawaban atas pertanyaan terpenting itu, kemudian menuliskannya dalam bentuk surat untuk cucu-cucunya dan seluruh pembaca di dunia. Mulai dari menguak momen keajaiban yang pernah dialaminya ketika kecil, mengamati kepik di rerimbun hutan, memperbandingkan antara ahli ortopedi dan astranaut, hingga Mitrologi Nordik.
Lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau Filosofi Teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan.