Marie Kondo memperkenalkan metode kerapihan yang ampuh tiada duanya, KonMari. Keampuhan metode yang kini semakin marak diterapkan di Jepang dan telah dikemas dalam program televisi laris, "Tidy Up with KonMari!" ini, telah menulark ke seluruh dunia. Saking ampunya, tak seorang pun klien Kondo kembali ke kebiasaan berantakan (dan calon kliennya harus masuk daftar tunggu selama tiga bulan).
Dalam Still More About Nothing ini Wimar banyak berbagi perspektif tentang kehidupan sehari-hari. Mulai dari soal kakinya yang istimewa, tentang perbedaan pendapat, cerita soal kekuatan Brand atau citra, soal buang gas, dan lain-lain. Wimar mencurahkan seluruh kepribadiannya ke dalam tulisan-tulisan, jauh mewakili dirinya dari tulisan politik atau akademik.
Tuhan adalah Sang Pemilik Hidup. Tapi, nahasnya Dia kerap dilupakan. Khususnya pada saat manusia dalam keberlimpahan. "Kalau Tuhan ada, apa gunanya? Kalau Tuhan tidak ada, apa ruginya?" Itulah gambaran yang menghinggapi manusia masa kini. Mereka acuh tak acuh dengan Dia yang telah menciptakannya dan memberinya hidup. Manusia modern suka dengan hal-hal praktis dan easy-going: aku ada dan titik! …
The Monk Who Sold His Ferrari adalah kisah luar biasa dan inspiratif. Dalam perjalanan sang tokoh, ia bertemu dengan banyak pandita dan guru. Pengalaman tersebut membuatnya mendapatkan banyak nasihat dan pelajaran spiritual yang sangat berharga. Robin Sharma mengisahkannya dengan memukau dalam buku ini.
Jostein Gaarder mencoba mencari jawaban atas pertanyaan terpenting itu, kemudian menuliskannya dalam bentuk surat untuk cucu-cucunya dan seluruh pembaca di dunia. Mulai dari menguak momen keajaiban yang pernah dialaminya ketika kecil, mengamati kepik di rerimbun hutan, memperbandingkan antara ahli ortopedi dan astranaut, hingga Mitrologi Nordik. Dengan lugas dan menyenangkan, Jostein mengajak …
Alfred North Whitehead merumuskan pemikiran-pemikiran filosofisnya dengan latar belakang sebagai seorang matematikawan besar abad XX. Pemikirannya kemudian masyhur dengan nama "Filsafat Proses". Dengan Filsafat Proses, Whitehead berpandangan bahwa benda-benda, tetumbuhan, hewan, manusia, dan semuanya yang dikenal sebagai kenyataan, selalu berkembang dinamis, terus berada dalam proses "menjadi".…
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wa…
Apa tujuan pendidikan? Mengapa seolah-olah sekarang pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri? Dan apakah hal itu salah? Dan, apa jadinya jika akses pendidikan dibiarkan untuk tidak merata di masyarakat? Apa yang perlu kita bersama lakukan untuk agar privilege pendidikan dapat tersebar lebih luas lagi? Dua topik bertemakan pendidikan tersebut adalah secuil dari konten buku ber…
Menjadi saleha itu butuh proses, kita mengerti hal ini. Tapi kadang, kita bingung dari mana memulainya dan bagaimanana caranya. Kalau asal memperbaiki diri, kita akan menemukan banyak kesulitan. Dan kalau sekadar berubah, biasanya kita tak bisa istiqomah.Sama seperti orang yang menempuh perjalanan, berbagai kesulitan dan rasa lelah juga dirasakaan oleh mereka yang sedang berhijar. Tapi selama m…
Kemampuan berpikir adalah sebuah perjalanan--bukan tujuan--yang sebagai konsekuensinya akan menumbuhkan pemahaman tentang diri, kemampuan memecahkan masalah secara lebih efektif, sikap terbuka terhadap pemikiran baru, hingga empati yang lebih baik dalam berhubungan dengan manusia lain. Lewat Menjadi, Afutami menawarkan peta jalan yang membantu penelusuran tersebut. Alih-alih menggurui, buku …