Buku ini mengulas latar belakang sejarah kehidupan dan karya A.D. Pirous, dari mulai pengalaman masa kecilnya di Aceh, mengenyam pendidikan seni rupa modern, hingga menjadi salah seorang perintis seni rupa Islam di Indonesia. Sang penulis melalui persahabatannya yang panjang dengan A.D. Pirous, berupaya menunjukkan bahwa Pirous adalah model seniman pascakolonial yang penting untuk disimak.
Seni dapat menjelma sebagai pengembara abadi dalam ruang metafisis, menjadi wakil budaya untuk mendampingi dan menuntun jiwa manusia menuju keindahan Ilahiyah. Pada puncak penyatuan, pemahaman dan pemaknaan terhadap keseluruhan ekspresinya, akan melahirkan paham estetik yang mampu diadaptasi sebagai wacana untuk mengatasi konflik teologis dan kultural dalam proses-proses penciptaan karya seni y…