Apabila tingkah laku masyarakat memang memiliki ciri, watak dan pola tertentu, dapatkah kemudian disusun rumusan baku sebagai cara untuk memahaminya? Sebagaimana ditunjukkan ke hadapan kita, paling tidak Ilmu Politik telah mencoba membuktikan bahwa pertanyaan di atas harus dijawab dengan "ya".
Pada mulanya adalah kata dan selebihnya adalah problem. Dalam antrian, benar jika kaum filsuf mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh kata-kata. Namun, pada saat yang sama, pengalaman manusia bersama kata-kata menyisakan problem. Problem itu, salah satunya sebagaimana ditunjukkan oleh Achmad San dalam buku ini, adalah tidak memadainya bentuk-bentuk majas yang kita kenal di bangku sekolah.