Keluarga kecil itu dipenuhi kebingungan. Energi fosil yang banyak digunakan telah merusak lingkungan. Wuuus! Tante Pampam si Paling Paham segera menenangkan. "energi terbarukan dan pekerjaan hijau bisa menjadi penyelamat masa depan." Hah? Energi terbarukan? Pekerjaan hijau? Apa itu? Bunbun dan Papap terlihat panik. Sambil mengajak Kaka dan Dede mereka pun beraksi! Ayo, ikuti kisah kepanikā¦
Hari ini Ayah pulang dari tempat kerjanya di luar negeri. Ara membayangkan Ayah harus menaiki berbagai kendaraan untuk sampai di desa mereka. Lalu, tiba-tiba terjadilah keajiaban.
Woli si benang merah ingin sekali bepergian ke berbagai tempat seperti temannya. Pus si kucing. Akan tetapi, setiap kali dia berusaha meninggalkan rumah, usahanya selalu gagal.
Semua orang sibuk mempersiapkan kelahiran adik bayi. Mbah meminta Slamet menjaga jarik yang disiapkan untuk adik. Slamet bosan. Dia mulai bermain dengan jarik-jarik itu, dan .... oh, tidak ! Jarik itu robek.
Lagi-lagi Ibu terlambat menjemput Momo di sekolah. Ibu harus berjalan kaki, karena Ibu tidak bisa naik sepeda. Kin Ibu ingin belajar naik sepeda. Namun, Ibu harus menemukan sepeda yang cocok untuknya.
Menceritakan di ladang singkong, aku melihat anak-anak bermain. Melihat sesuatu di rambut mereka dan mulai mencoba mengikuti anak-anak.
Buku ini menceritakan sekalah Imu diundang menari di Festival Iraw Tengkayu. Festival itu diadakan di Pantai Amal, Tarakan. Ilmu belum pernah ke pantai. Imu ingin lolos seleksi menari agar bisa melihat pantai
Menceritakan saatnya panen rotan, Kuir ingin membantu manganyam rotan. Dan bagaimana ya hasilnya