Bertualanglah sejauh mana memandang. Mengayuhlah sejauh lautan terbentang. Bergurulah sejauh alam terkembang. Rantau 1 Muara bercerita tentang konsistensi untuk terus berkayuh menuju tujuan, tentang pencarian belahan jiwa, dan menemukan tempat bermuara. Muara segala muara. Inilah buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara yang ditulis novelis asal Minang, A. Fuadi.
Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.
Novel ini adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Menceritakan pengalaman hidup Alif, seorang pemuda asal Minangkabau, yang harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka meskipun Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok. Di sana Alif memulai petualangan hidupnya dan menemu…
Berisi kumpulan kisah tentang perjuangan di tanah rantau. Berjuang di Tanah Rantau ditulis oleh berbagai kalangan dari mahasiswa, pekerja imigran hingga profesional yang masing-masing menyajikan makna dari pencarian rumah kedua. Bagaimana lika-liku mereka untuk beradaptasi dan berjuang melawan tekanan hingga paksaan untuk hidup mandiri? Temukan jawaban dan inspirasinya melalui buku ini.
Cerita-cerita inspiratif dalam buku ini membuktikan kebenaran pepatah Arab tersebut. Kekurangan menjadi suatu kekuatan, dan keterbatasan bukanlah halangan dalam meraih keberhasilan. Ditulis langsung dari pengalaman nyata para tokoh, buku ini menularkan ruh penuh semangat untuk bangkit menembus batas
Petualangan Hepi bersama Attar penembak jitu dan Zen penyayang binatang, bertemu semua tokoh ini, bertualang mendatangi sarang jin, menghadapi lelaki bermata harimau, memburu biduk hantu, dan menyusup ke markas pembunuh. Semuanya demi melunasi sebuah dendam, sebuah rindu.