Buku ini ditulis untukmu yang sedang goyah dan berdiri di ambang pintu kedewasaan. Aku berpikir bahwa "dewasa" bukan merujuk pada satu "titik" dalam perkembangan manusia, melainkan sebuah "proses" untuk mampu mengatasai cobaan hidup. Kita menjadi dewasa setelah mengalami berbagai cobaan dan belajar sedikit demi sedikit tentang kehidupan.
Bagaimana cara mencintai diri sendiri dengan sepenuh hati? Bagaimana cara mengubah emosi-emosi negatif menjadi emosi-emosi positif? Mungkinkah kita dapat menemukan kebahagiaan abadi? Vex King menjawab semua pertanyaan ini. Ia mengambil hikmah dari pengalaman-pengalamannya mengatasi berbagai cobaan berat dalam hidup dan membaginya kepada kita semua. Vex King menyampaikan semua itu dengan ga…
Kecerdasan anak tidak semata-mata dipengaruhi oleh makanan bergizi yang dikonsumsinya. Tetapi, juga dapat ditinggalkan melalui pola bermain, seperti mengenal bentuk, warna, berhitung, membaca, melatih motorik, melatih seni, melatih bicara, dan sebagainya. Ini dikarenakan, permainan memiliki fungsi terapi yang dapat membantu menunjang proses tumbuh kembang anak. Buku ini mengulas tentang manfa…
Lebih Senyap dari Bisikan merupakan novel kedua Andina Dwifatma, setelah Semusim, dan Semusim Lagi (2023)- pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel ini membuka mata pembaca dengan kisah Amara dan pahit manis kehidupan perempuan dalam menemukan apa yang berharga.
Menulis cerpen, bagi Yanusa Nugroho, tak ubahnya menulis "catatan harian". Begitu banyak peristiwa yang terjadi di sekitar hidupnya, tetapi-sebagai pengarang, " Saya hanya mampu mennagkapnya sebagai cerita pendek." Lalu, lahirlah cerpen-cerpennya yang ia akui banyak berisi 'sindiran', yang belakangan lebih banyak yang ia soroti adlaah kenyataan bahwa masyarakat di negeri ini kian miskin akan et…
Nuansa pemikiran desain dan kebudayaan dalam ‘Mendesain Penjara’ memang penulis akui sebagai fokus utama. Hampir semua esei dalam buku ini sebelumnya pernah dimuat di media massa (surat kabar) dan jurnal ilmiah. Selain itu, esei-esei di sini merupakan kumpulan esei yang sudah terserak di berbagai media sehingga perlu diketik ulang dan diedit kembali.
Ternyata butuh waktu lama untuk sadar akan kehadiran sebuah luka, yang mungkin telah lama terpendam dalam diri tanpa pernah kita pahami. Butuh waktu lama untuk berdamai dengan sebuah luka, yang mungkin telah bersemayam begitu lama dalam diri, hingga mengubah begitu banyak hal selama ini. Dan butuh waktu lama juga untuk benar-benar berpisah dengan luka, hingga tak ada lagi rasa sedih dan mar…
Menua dengan Gembira merupakan buku kumpulan essai pertama Andina Dwifatma. Ia menyebut esai-esainya dalam buku ini sebagai kumpulan rasan-rasan tentang kehidupan warga pinggiran kota. Tinggal di pinggiran Jakarta selama lima belas tahun memaparkan Andina pada banyak persoalan. Mulai dari perkara-perkara yang terjadi di sekitar kompleks tempat tinggalnya hingga masalah transportasi umum yang …