Al-Qur'an mula-mula ditulis pada pelepah tamar, pada tulang-tulang, pada kulit, dan di dinding rumah. Ketika itu bentuk huruf belum seperti yang kita kenal sekarang ini. Belum diberi titik dan belum diberi baris. Juga, cara menulisnya tulisan itu berbeda-beda dari penulis wahyu yang diangkat oleh Rasulullah.
Dalam konteks Al-Qur'an dan risalah Nabi Muhammad Saw., pemeliharaan Allah itu amat jelas, karena bagaimana mungkin lahir paham tauhid (monoteisme) dari masyarakat yang berpegang teguh kepada syirik (politeisme)? Bagaimana mungkin lahir agama kemanusiaan yang penuh toleransi setelah sebelumnya merupakan agama suku dan fanatisme?
Buku ini disusun untuk mereka yang tidak pernah belajar bahasa Arab, namun berkeinginan memahami ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang gampang. Berbekal pengalaman penulisnya yang berlatar belakang pendidikan umum di dalam memahami bahasa Al-Qur'an, dan juga diilhami oleh buku An Easy Way to the Understanding of the Qur'an, membuat buku ini menjadi menarik untuk dipelajari.
Tafsir ini menyajikan beebrapa pendapat para mufassir dari Assalafushshalih, dan pendapat-pendapat para mufassir di zaman modern. Disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana, mudah dipahami, tidak membosankan, sistematis dan tidak bertele-tele. Pendapat-pendapat yang dipilih adalah pendapat-pendapat terkuat yang berdasar pada Alquranul Kariim, sunnah Nabi dan Fiqhul Lughah.
Ibnu Taimiyah adalah sosok figur muslim yang nyaris sempurna. Aqidahnya kokoh, wawasan keilmuannya luas dan akhlaqnya mantap. Ia juga seorang muslim tangguh dalam arti tidak mudah terpengaruh oleh bisikan hawa nafsu, di samping tangkas dan cerdas. Ibnu Taimiyah tidak pernah bosan menggerakkan penanya untuk menuangkan berbagai buah pikirannya demi kemaslahatan umat. Demikian pula dengan yang ter…
Buku ini disusun dengan tujuan mencoba memberikan kemudahan bagi Muslimin-Muslimat yang senantiasa dalam kesibukan tetapi belum bisa membaca Al-Qur'an yaitu kalangan mahasiswa, karyawan, eksekutif, pejabat, pengusaha, dan sebagainya. Dalam buku ini disajikan urutan rinci proses terbentuknya ayat, serta memuat segala aspek dan kaidah bacaan.
Pengalaman dari kerja keras dan metode yang diurai di buku ini, bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Sekaligus bantahan atas alasan yang dibuat-buat karena kemalasan menghafal Al-Qur'an. Karena keluarga jadi basis utama menghasilkan Al-Qur'an, latar belakang bukan penghalang menjadi penghafal Al-Qur'an. Bahkan bukan hanya satu anak yang jadi penghafal, tapi tujuh lho!
Banyak metoda yang digunakan oleh ulama tafsir dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Keragaman tersebut menimbulkan pula keragaman corak penafsiran, namun para ahli dalam bidang ini sepakat menyatakan bahwa cara yang terbaik dan terjamin kebenarannya dalam memahami Al-Qur'an adalah kembali kepada Al-Qur'an itu sendiri.
Buku ini menyajikan tafsir dari surat yang amat populer dan dikenal sebagai "jantung Alquran" itu. Ada banyak manfaat yang bisa kita petik dari uraian dan penafsiran yang disuguhkan dalam buku ini. Pengarangnya membahas asepek-aspek lahiriah dan batiniah dari ayat-ayatnya, sehingga buku ini layak ditelaah oleh siapa saja.
Suatu lanjutan penelitian Goldziher nampak imperatif sifatnya, lantaran empat puluh tafsir modern lainnya telah berlalu sejak penerbitannya. Dan karya ini barangkali juga bisa dianggap sebagai kontribusi pelengkap karena sejauh ini ia juga dan bahkan dengan preferensi, menggunakan bahan-bahan dari bahasa Urdu yang berguna.