Buku Hidup Apa Adanya membuka pikiran kita bahwa apa pun penilaian dan pendapat orang lain tidak akan mmeberikan pengaruh pada kehidupan kita, terutama tentang kebahagiaan. Menjadi diri sendiri dan menerima keadaan sesuai dengan porsi yang sesungguhnya akan membuat kita mensyukuri segala hal yang ada di hidup ini, sekecil apapun itu.
Jostein Gaarder mencoba mencari jawaban atas pertanyaan terpenting itu, kemudian menuliskannya dalam bentuk surat untuk cucu-cucunya dan seluruh pembaca di dunia. Mulai dari menguak momen keajaiban yang pernah dialaminya ketika kecil, mengamati kepik di rerimbun hutan, memperbandingkan antara ahli ortopedi dan astranaut, hingga Mitrologi Nordik.
Tanpa perlu Anda undang pun masalah pasti akan selalu ada. Untuk itu, kita perlu beragam motivasi untuk menghadapi semua. ya, walaupun mungkin motivasi dalam buku ini akan membuat Anda semangat untuk memukuli penulis. Nyalakan dulu kekuatan sabar Anda untuk membacanya. Sebuah tulisan anti-mainstream yang akan membolak-balikkan kredo buku motivasi selama ini.
Orang mengira ketika ingin mengubah hidup, Anda perlu memikirkan hal-hal besar. Namun, pakar kebiasaan terkenal kelas dunia James Clear menemukan cara lain. Ia tahu bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil-dari melakukan dua push-up sehari, bangun lima menit lebih awal, smapai menahan sebentar hasrat untuk menelepon.
Lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, atau Filosofi Teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan.