Dunia itu seperti samudra, dan hati kita adalah kapal. Kalau kita biarkan air laut masuk, kapal kita perlahan akan karam. Demikianlah yang terjadi kalau kita bebaskan dunia merasuki hati kita. Reclaim Your Heart membawa kita menempuh berbagai perjalanan-. Perjalanan hidup pribadi penulisnya, perjalanan nabi Muhammad Saw., dan perjalanan Al-Quran-yang kesemuannya dapat klita refleksikan ke dal…
Tatap kembali hati kita. Sudahkah mengenal Al-Quran yang mejadi fitrahnya? Kpaan terakhir kita menyentuh dan membacanya? Mengapa sulit rasanya meluangkan wkatu dan merasakan kenikmatan saat bersamanya? Mungkin ia masih asing dalam hati kita. Mungkin terlalu banyak dosa yang kita perbuat, hingga sulit untuk kita meluangkan waktu dan menemukan nikmat. Kenali, dekati, cintai Al-Quran, dan t…
Ada yang sedang berantakan, tapi tetap berusaha terlihat waras dan tenang. Ada yang sedang menopang beban, tetapi tetap berusaha tegak dan seimbang. Ada yang menangis diam-diam, tapi mencoba tegar dan bertahan. Dunia memang terdiri dari banyak kepura-puraan. "Gapapa" menjelma jadi tempat sembunyi paling nyaman. Kita bukannya toidak percaya siapa-siapa. Hanya saja, tidak semua pendengar akan…
Aku percaya setiap orang memiliki cerita dan perjalanannya masing-masing. Ada yang sampai garis finis dengan cepat, ada juga yang terasa lambat. Perjalanan yang membuat kita kelelahan: lelah raga, lelah mental. Perjalanann yang menguras airmata, yang hampir membuat menyerah, yang meninggalkan suka maupun luka. Nmaun, perjalanan itu akan terasa begitu berharga bila dilalui bersama teman yang tep…
Hanya ada satu dirimu di dunia ini, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Bagaimana keadaanmu, masalahmu, keluargamu, masa lalumu, caramu memandang dunia, dan caramu menyusun cita-cita, engkau tetap punya kesempatan untuk menjadi yang istimewa. Engkau diciptakan dari tulang rusuk, agar kau dekat dengan hati dan hangat dalam pelukan. Engkau juga terlahir istimewa, untuk menjadi yang tebrai…
Untuk para perindu cahaya yang lelah dnegan hatinya yang gulita. Untuk para petualang kehidupan, yang tak ingin menyesal hingga meminta sebuah kemustahilan. "Ya Allah, hidupkan aku satu kali lagi."
Buku Hidup Apa Adanya membuka pikiran kita bahwa apa pun penilaian dan pendapat orang lain tidak akan mmeberikan pengaruh pada kehidupan kita, terutama tentang kebahagiaan. Menjadi diri sendiri dan menerima keadaan sesuai dengan porsi yang sesungguhnya akan membuat kita mensyukuri segala hal yang ada di hidup ini, sekecil apapun itu.
Jostein Gaarder mencoba mencari jawaban atas pertanyaan terpenting itu, kemudian menuliskannya dalam bentuk surat untuk cucu-cucunya dan seluruh pembaca di dunia. Mulai dari menguak momen keajaiban yang pernah dialaminya ketika kecil, mengamati kepik di rerimbun hutan, memperbandingkan antara ahli ortopedi dan astranaut, hingga Mitrologi Nordik.