Allah Ta'ala menurunkan Al-Qur'an kepada Rasul-Nya yang terbaik, Muhammad saw., supaya dia mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, serta menjadi peringatan bagi mereka, penjelasan tentang segala perkara, penyembuh penyakit di dalam dada, kabar gembira bagi kaum Mukminin yang beramal saleh dan peringatan bagi kaum kafir dan orang-orang yang durhaka.
Buku ini yang aslinya berjudul Ahkaamu Al-Qur'an yang disusun oleh Al-Baihaqi, merupakan kumpulan dari berbagai istinbath dan pendapat Mujtahid besar Al-Imam Asy-Syafi'i yang terdapat dalam kitab-kitabnya yang terkenal, antara lain Ahkaam Al-Qur'an, Al-Umm, Al-Mukhtasar dan lain-lain.
Buku ini membahas kedudukan dan nilai Al-Qur'an dalam dunia Muslim sebagaimana diungkapkan oleh Kitab Suci itu sendiri, bukan sebagaimana anggapan kita - sebagai suatu penganut mazhab tertentu.
Sumber hukum Islam sudah dikenal umatnya, yaitu Al-Qur'an yang dijamin kebenaran dan keutuhannya. Sedang Assunnah tidak diragukan lagi merupakan sumber kedua. Al-Qur'an mengandung kaidah-kaidah umum syariat Islam dan hukum-hukum yang universil, sedang Assunnah menafsirkan kaidah-kaidah tersebut, merumuskannya secara terperinci serta menguraikannya.
Buku yang berisi penjelasan tentang hadis-hadis Nabi saw ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah kesulitan memahami hadis-hadis Nabi saw tersebut. Para dai, mubaligh pengajar atau orang pada umumnya dapat mengambil manfaat dari kehadiran buku ini.
Topik yang dibicarakan dalam buku ini adalah persoalan baru dalam pemikiran umat Islam. Meskipun sebenarnya masalah ini telah berakar kuat dalam khazanah intelektual kita, tetapi akar tersebut telah masuk tenggelam dan terpendam jauh di kedalaman. Karena itu perlu penggalian dan penguatan kembali, agar ia muncul dan tampak di permukaan.
Buku ini pada mulanya merupakan diktat dari hasil kuliah-kuliah yang pernah diberikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Malang. Atas dorongan para peminat dan setelah dilengkapi seperlunya, maka diktat ilmu Musthalah Hadits tersebut diterbitkan dalam bentuk buku pelajaran.
Kita diperintah untuk memahami isi Al-Qur'an serta mengamalkannya. Yang dimaksud dengan isi di sini ialah makna yang terkandung dalam simbol-simbol kebahasaan. Buku ini berupaya menyuguhkan kepada pembaca butir-butir iman, mutiara, dan zat tertentu yang bermanfaat bagi kehdupan kita.
Buku ini ditulis oleh tiga pemikir Muslim terkemuka, atas dasar keyakinan bahwa cukuplah Al-Quran sebagai satu-satunya sumber bagi setiap upaya pengembangan segenap sistem Islami di segala bidang kehidupan. Diharapkan pula buku ini mampui memberikan gagasan yang lurus tentang sumber sejati filsafat Islam, dan meletakannya pada perspektif yang benar.
Buku ini merupakan buah pikir Sayyid Quthb (1906-1966) yang secara spesifik membahas ayat-ayat perihal riba dalam Al-Qur'an dari beragam perspektif. Pengetahuan Sayyid yang sangat luas mengenai sistem ekonomi, politik, dan budaya membuat buku ini bukan sekadar kajian agama. Dalam buku ini, riba dibahas secara komprehensif, mendalam, dan langsung pada pokok permasalahan.