Buku ini lahir dari sebuah keprihatinan umum yang berkembang di kalangan umat Islam di manapun di dunia: bagaimana menentukan identitas dan posisi kemusliman di tengah kenyataan masyarakat dan entitas negara-negara yang begitu majemuk.
Seperti kita maklumi bahwa Ilmu Tauhid itu merupakan batu dasar bagi ilmu-ilmu agama lainnya, sedangkan buku-buku ilmu Tauhid dalam bahasa Indonesia masih jarang kita jumpai. Itulah sebabnya yang mendorong kami untuk menyusun ikhtisar Ilmu Tauhid ini, yang isinya agak berlainan dengan buku-buku yang biasanya kita jumpai.
Dalam buku ini kita bisa melihat kearifannya memaparkan kritik dari semua pihak baik uang tergolong ketat, longgar, maupun miderat. Juga tidak ketinggalan disisipkan pula komentar khusus darinya, lebih-lebih untuk menetralisir berbagai pendapat yang muncul. Membaca buku ini kiranya tidak berlebihan jika pada akhirnya kita sebut beliau sebagai "Muhaddits", ahli hadits yang handal saat ini.
Bagaimana Nabi menjelaskan keimanan? Bagaimana pula Nabi membahas relasi keimanan dengan kehidupan sosial? Bagaimana pula kita seharusnya bersikap di tengah ingar bingar kehidupan sekarang? Setelah memilih dan mengumpulkan serakan Hadis yang setema, penulis berupaya mengurai dan menyarikan nilai-nilai kandungannya secara gamblang.
Para sahabat Nabi saw. telah berhasil mengamalkan Islam secara sempurna karena ditunjang oleh beberapa prinsip di antaranya: keyakinan mereka yang kuat kepada Allah dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw., shalat mereka dilaksanakan sesuai dengan tuntunan, ilmu mereka, ketawajuhan hati mereka, akhlak mereka yang baik, keikhlasan hati serta kegigihan mereka dalam memperjuangkan Islam.
Memang sebenarnyalah kitab ini penting sekali dimiliki, karena dia merupakan pedoman kedua sesudah Al-Qur'an, yaitu hadits-hadits yang bersumber Bukhary (dan Muslim). Dan perlu diketahui, bahwa terjamah ini diterjemahkan seutuhnya, tanpa ada yang disisihkan satupun dari pada aslinya.
Demi Allah, alangkah bagusnya fatwa-fatwa ini, alangkah manisnya, alangkah besar manfaatnya dan alangkah banyak cakupannya pada setiap kebaikan. Demi Allah, sekiranya manusia itu mau mengubah kemauannya menuju fatwa-fatwa ini, tentu tidak akan butuh kepada fatwa fulan dan fulan. Semoga Allah memberi pertolongan.
Merupakan suatu hal yang wajar apabila dari kalangan kaum muslimin banyak yang berminat mempelajari kitab Fatawa Rasulullah SAW. Bukan saja karena keistimewaan pengarangnya, yaitu Sayyid Jamiliy, tetapi memang kitab tersebut benar-benar dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk mengetahui fatwa-fatwa Rasulullah SAW.
Ikhtartu laka min Aqwaalirrosuul SAW adalah judul asli himpunan hadis Rasulullah Saw hasil karya Thoha 'Aasyur. Buku ini dibuat dengan harapan semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan taufik dan hidayahnya kepada kita, untuk memahami, menghayati serta mengamalkan Sunnah Rasulullah Saw.