Inilah buku pilihan puisi dari penyair kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, Joko Pinurbo atau dikenal sebagai Jokpin. Buku yang judulnya merupakan salah satu frasa dalam sajak ""Puasa"" (2007) ini memuat 121 puisi dari kurun 1989-2012. Pada halaman 152, Jokpin berpuisi : Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi.
Aku bisa kehabisan air mata, Tapi tak pernah bisa kehabisan cinta, Mengapa tega kau abadikan luka.
Saat bertemu dewasa, ada yang berkali-kali dihantam ombak realita. Limbung sekoci kecil itu di tengah luas samudra. Saat bertemu dewasa, ada juga yang mulai mengarungi samudra bernama rumah tangga. Bersama membangun bahtera menuju Surga, ternyata tak seindah kisah Cinderella. Namun, Allah mempertemukan kita dengan dewasa, tak hendak membuat kita lemah lalu meredakan segala juang idealisme men…
Pada Saatnya nanti, Kita akan sampai di titik-titik kejenuhan, merasa lelah akan segalanya, merasa kecewa atas perlakuan buruk manusia, bersedih atas ketidakmampuan diri. Hidup yang seperti tak hidup lagi Kita ingin pulang, tapi tak tahu hendak ke mana, Benar-benar merindukan rumah yang bersedia menerima diri kita apa adanya, rumah yang menyajikan kenangan sebenarnya, rumah yang tanpa peng…
Kita tahu bahwa IQ tinggi bukanlah jaminan kesuksesan atau kebahagiaan. Tetapi, sebelum kita tahu soal Kecerdasan EMosional, kita hanya bisa menebak mengapa. laporan brilian Daniel Goleman dari perbatasan psikologi dan neurosains menawarkan wawasan baru yang mengejutkan tentang "dua pikiran" kita rasional dan emosional-dan bagaimana keduanya membentuk takdir kita.