Text
Esai Politik Tentang Habibie: Dari Teknokrat ke Demokrasi
Kekuasaan politik adalah tentang kemampuan memobilisasi massa melalui pesona pribadi karismatik dan berbagai sumber daya. Mereka yang memilikinya paling berpotensi untuk menjadi pemimpin. Ini yang setidaknya kita lihat, misalnya, pada diri Presiden Soekarno dan Soeharto. Mereka berdua bisa bertahan lama dalam kekuasaan birokratis-militer untuk menopang diri mereka.
Namun, presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie. sangatlah berbeda. Presiden kelahiran tanah Sulawesi ini dikenal sebagai ahli dirgantara didikan Jerman. Beliau masuk ke dalam pemerintahan berbekal Ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, kehadiran B.J. Habibie di Panggung politik nasional bisa dianggap sebagai terobosan, bahkan sebuah "kelainan" ini pulalah, kebijakan-kebijakan Habibie memiliki kekhasan tersendiri, yakni lebih bertumpu pada upaya mencari penyelesaian masalah ke akar-akarnya melalui kemampuan teknis dan visi yang komprehensif, sebagaimana seorang intelektual-saintis.
Tidak tersedia versi lain