Dialog dengan Kekuasaan: Esai-esai tentang Agama, Negara, dan Rakyat
Kekuasaan senantiasa mengandung konotasi ada pihka yang berkuasa dan ada pihka yang dikuasi atau tak berdaya. Sumber kekuasaan bisa jadi berasal dari penguasaan ilmu pengetahuan, informasi, uang, fisik, atau bisa bersumber dan ditunjang dengan sekadar atribut kekuasaan dan atau jabatan yang kemudian digunakan untuk mengaktualisasikan kserbaberdayaan. Bagaimana sikap orang-orang yang tidak berdaya bila berhadapan dengan keserbaberdayaan.
Buku ini menunjukkan bagaimana sikap kita atau sekurang-kurangnya sikap khalayak di mana penulis buku ini menempatkan diri dan berpihak tatkala berhadapan dengan keserbaberdayaan. Tatkala menghadapi situasi ketidakberdayaan berusahalah selalu membuka dialog dengan keserbaberdayaan. Inilah, tampaknya, budaya yang ingin ditegakkan oleh penulis buku ini ini.
Tidak tersedia versi lain