Text
Lembaga Ulama di Kerajaan Sambas 1913-1976: Peran Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran
Basiuni Imran (1885-1976) adalah seorang ulama terkenal di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sambas, meski kurang begitu dikenal dalam konteks-luas Indonesia. Sosok Basiuni Imran menarik untuk dikaji sekurang-kurangnya karena tiga hal. Pertama, posisinya sebagai maharaja imam atau pejabat agama yang punya wewenang eksekutif untuk mengatur urusan keagamaan di wilayah Kerajaan Sambas. Kedua, pertemuan dan pertukaran gagasan Basiuni Imran dengan Rasyid Ridha—lokomotif reformisme Islam pada masa itu—ketika dia belajar agama di Mesir telah menginspirasi berkembangnya gagasan pembaruan Islam di Sambas, terutama di bidang pendidikan modern. Ketiga, terkait posisinya maharaja imam, bagaimana menempatkan Islam sebagai sumber hukum bagi kebijakan publik di Kerajaan Sambas melalui tiga zaman yang berbeda: era Belanda, era Jepang, dan era Indonesia merdeka.
Buku ini merupakan karya sejarah lokal (local historiography)yang berfokus pada bagaimana peran ulama lokal pada isu-isu modernisme dan pembaruan di Nusantara pada awal abad ke-20. Ditunjukkan juga di sini bagaimana jaringan ulama Indonesia-Arab pada masa itu tidak hanya berpusat di satu atau dua daerah, tetapi telah menyebar di seluruh Kepulauan Nusantara, termasuk di Sambas.
Tidak tersedia versi lain