Text
Titik Nol Kehendak Berpemerintahan Sendiri
Keinginan 'bangsa' muslim di Nusantara (Hindia Timur) untuk berpemerintahan sendiri (zelf-bestuur) sudah 100 tahun diproklamasikan sebagai bentuk "hijrah" oleh Central Sarekat Islam (CSI) melalui kongres nasional (NATICO) Ke-1 dengan pidato Oemar Said Tjokroaminoto di alun-alun Kota Bandung dan gedung Concordin (Merdeka) (17-24 Juni 1916). Inilah sebagai TITIK NOL, bagi pergerakan-pergerakan untuk menegarakan Islam dalam suatu model pemerintahan 'Indonesia' sebagaimana tinta sejarah mencatatnya sebagai Proklamasi Piagam Djakarta (22 Juni 1945) dan Proklamasi Negara Islam Indonesia (7 Agustus 1949). Dua arus besar inilah yang merupakan KOMA untuk dilanjutkan kemudian oleh generasi muda bangsa muslim Indonesia saat ini dan masa depan. Dan itu ternyata ini, dimulai TITIK NOL-nya di Desa LAWEYAN, sejak 600 tahun yang lalu.
Sementara itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilahirkan kembali pada 17 Agustus 1959, setelah masa-masa krisis 1945-1959 sebelumnya, kini tengah menghadapi dilema ideologis yang begitu lebar antara sekulerisme-kapitalisme atau sekulerisme-komunisme.
Bagaimanakah akhir pertarungan peradaban antara Islam vs Sekulerisme Barat ini?
Tidak tersedia versi lain