Text
Tahta Mahameru
"Mahameru... Puncak Abadi Para Dewa." Ikhsan memandang Mahameru lagi, "Apakah itu artinya... Allah tidak punya tempat di sana?" Faras, si gadis kutu buku asal desa Ranu Pane hanya bisan mengangkat tinggi kedua alisnya. "Seperti aku, kamu juga tidak tahu banyak tentang tahta Mahameru? tanyanya lagi. "Tahta mahameru?"
Itulah salah satu dari tiga pertanyaan tak terjawab dari Ikhsan kepada Faras. Masing-masing diajukan dalam tiga pertemuan singkat mereka sebelum mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Pendaki gunung berwatak keras dari keluarga yang penuh kebencian ini menjadikan Mahameru sebagai peredam sesaat jiwanya yang penuh dendam. Namun kegetiran semakin memuncak sampai akhirnya ia benar-benar membalas dendam dan hidup terasing. Faras, sang teman baik yang merasa bersalah dalam terseretnya Ikhsan ke ujung tanduk menelusur jejak sang pendaki yang hingga melintasi pulau. Ia takdirkan bertemu dan seperjalanan panjang dengan Mareta, seseorang yang ternyata terkait dalam dendam keluarga Ikhsan.
Apa sebenarnya yang terjadi pada ikhsan setelah menghilang tiga tahun dari Faras? Lalu masih pentingkah Faras mengungkap semua jawab atas pertanyaan esensial Ikhsan yang dulu, melalui keajaiban demi keajaiban dalam pendakian Mahameru yang mungkin terlihat selama ini?
Tidak tersedia versi lain