Text
Chairil Anwar: Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta
Seorang penyair muda, mengawali hidup penuh gelora. Gagap gempita dia masuk gelanggang perjuangan kemerdekaan, dengan deretan puisinya yang menggelegar dan mengobrak-abrik tatanan sastra masa itu,
Chairil ingin merdeka. Dia ingin hidup seribu tahun, tanpa harus menghamba kepada siapa pun. Tetapi, jiwanya yang bebas pun lambat laun dibebani realita yang tak seindah sastra. Wafat secara tragis menjelang usia ke-27 dan hanya meninggalkan warisan; sepasang sepatu dan kaus kaki hitam, satu ons gula merah, selembar uang rupiah, serta satu map lusuh berisi kertas-kertas sajak, kepada mantan istri dan anak tercintanya. Chairil gagal menggenapi mimpi terakhirnya untuk menikahi sang istri sekali lagi.
Tidak tersedia versi lain